Minggu, 01 Mei 2016

NEGARA INFLASI (HONGARIA)



NEGARA INFLASI (HONGARIA)
A.                Sejarah Singkat Republik Hongaria
Republik Hongaria (bahasa Hongaria: Magyarország) adalah sebuah negara terkurung daratan di Eropa tengah. Negara ini terletak pada Basin Carpathia dan berbatasan dengan Austria di sebelah barat, Slowakia di sebelah utara, Ukraina di sebelah timur, Rumania di sebelah tenggara, Kroasia dan Serbia di sebelah selatan, Slovenia di sebelah barat daya, dan Austria di barat. Dalam bahasa setempat, negara ini dikenal sebagai Magyarország yang berarti daerah Magyar. Hongaria membentuk kumpulan Visegrád bersama Polandia, Slowakia dan Republik Ceko. Kota terbesar dan ibukotanya adalah Budapest. Hongaria juga termasuk anggota NATO, Uni Eropa, Organisasi Kerjasama dan Perkembangan Ekonomi, dan Perjanjian Schengen. Bahasa resminya adalah bahasa Hongaria, yang merupakan bahasa non-Indo-Eropa yang paling banyak dituturkan di Eropa.
Setelah masa pendudukan bangsa Celtic, Roman, Hun, Slavia, Gepid, dan Avar, kerajaan Hongaria terbentuk pada akhir abad ke-9 oleh pangeran agung Hongaria bernama Arpad. Cucunya, Santo Stephen I naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 1000 M, mengubahnya menjadi kerajaan Kristen. Kerajaan Hongaria bertahan hingga 946 tahun dan pada beberapa waktu menjadi pusat kebudayaan dunia Barat. Setelah Perang Mohacs dan pendudukan oleh Kekhalifahan Ottoman (1541-1699), Hongaria menjadi bagian dari Kekaisaran Habsburg, yang kemudian membentuk bagian dari Kekaisaran Austro-Hongaria.
Batas negara yang sekarang dipakai didasarkan pada Perjanjian Trianon (1920) setelah Perang Dunia I. Negara ini kehilangan lebih dari 71% wilayah, 58% penduduk, dan 32% etnis Hongaria. Di pihak Poros (Axis Power), Hongaria juga mengalami kerugian hebat pada Perang Dunia II. Selama empat dekade lebih masa pemerintahan komunis (1947-1989), negara ini mendapat sorotan dari dunia luas atas Revolusi 1956 dan pembukaan batas wilayahnya dengan Austria pada 1989, yang sebelumnya ditutup dengan Tirai Besi, yang mempercepat runtuhnya Blok Timur.
Pada 23 Oktober 1989, Hongaria kembali menjadi republik parlementer yang demokratis, dan kini termasuk dalam negara-negara berkembang. Hongaris juga terkenal sebagai tempat kunjungan wisata yang populer dengan menarik 10,2 juta pengunjung dalam satu tahun (2011). Negara ini menjadi tumah bagi gua air panas terbesar dan danau air panas terbesar kedua di dunia (Danau Héviz), danau terbesar di Eropa Tengah (Danau Balaton), dan padang rumput alami terbesar di Eropa (Hortobagy).
B.                 Perekonomian Hongaria dalam Tingkat Inflasi
Hiperinflasi, dalam ilmu ekonomi adalah inflasi yang tidak terkendali, kondisi ketika harga-harga naik begitu cepat dan nilai uang menurun drastis. Secara formal, hiperinflasi terjadi jika tingkat inflasi lebih dari 50% dalam satu bulan. Inflasi biasanya dilaporkan setahun sekali, namun dalam kondisi hiperinflasi, tingkat inflasi dilaporkan dalam interval yang lebih singkat, biasanya satu bulan sekali. Hiperinflasi biasanya muncul ketika adanya peningkatan persediaan uang yang tidak diketahui atau perubahan sistem mata uang secara drastis. Hiperinflasi biasanya dikaitkan dengan perang, despresi ekonomi, dan memanasnya kondisi politik atau sosial suatu negara.
Hungaria mencatatkan diri sebagai negara yang mengalami hiperinflasi terparah sepanjang sejarah yang terjadi pada Agustus 1945 - Juli 1946. Inflasi ini merupakan inflasi terbesar pertama di Hungaria. Tingkat inflasi harian di negara ini mencapai 207 % sehingga membuat harga berubah dua kali lipat setiap 15 jam. Puncak inflasi di Hungaria terjadi pada bulan Juli 1946 dengan tingkat inflasi  41,9 persen triliun.
Ekonomi Hungaria hancur oleh Perang Dunia II.Karena status sebagai warzone, diperkirakan 40 % dari modal saham Hungaria hancur dalam konflik.Sebelumnya, negara ini telah berutang besar untuk memproduksi bahan bakar untuk mendukung upaya perang Jerman, tapi Jerman tidak pernah mau utangnya dibayar dengan barang.
Ketika Hongaria menandatangani perjanjian perdamaian dengan Sekutu pada 1945, ia diperintahkan untuk membayar perbaikan besar Soviet, yang menyumbang 25% - 50 % dari anggaran Hungaria selama episode hiperinflasi negara ini.
C.                Cara Hungaria Mengatasi Inflasi
Berikut cara yang dilakukan untuk mengatasi inflasi, diantaranya:
Ø  Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah uang yang beredar. Penyebab inflasi diantara jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga dengan kebijakan ini diharapkan jumlah uang yang beredar dapat dikurangi menuju kondisi normal. Kebijakan moneter dapat dilakukan melalui instrument-instrumen berikut:
a)      Politik diskoto (Politik uang ketat): bank menaikkan suku bunga sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi. Kebijakan diskonto dilakukan dengan menaikkan tingkat bunga sehingga mengurangi keinginan badan-badan pemberi kredit untuk mengeluarkan pinjaman guna memenuhi permintaan pinjaman dari masyarakat.
b)      Politik pasar terbuka: bank sentral menjual obligasi atau surat berharga ke pasar modal untuk menyerap uang dari masyarakat dan dengan menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga jumlah uang beredar dapat dikurangi dan laju inflasi dapat lebih rendah.
c)      Peningkatan cash ratio: Kebijakan persediaan kas artinya cadangan yang diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank umum yang besarnya tergantung kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan Menaikkan cadangan uang kas yang ada di bank sehingga jumlah uang bank yang dapat dipinjamkan kepada debitur/masyarakat menjadi berkurang. Hal ini berarti dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.

Ø  Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang berhubugan dengan finansial pemerintah. Kebijakan fiskal dapat dilakukan melalui instrument berikut:
a)      Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah, sehingga pengeluaran keseluruhan dalam perekonomian bisa dikendalikan. Pemerintah tidak menambah pengeluarannya agar anggaran tidak defisit.
b)      Menaikkan pajak. Dengan menaikkan pajak, konsumen akan mengurangi jumlah konsumsinya karena sebagian pendapatannya untuk membayar pajak.

Ø  Kebijakan Non Moneter
Kebijakan non moneter adalah kebijakan yang tidak berhubungan dengan finansial pemerintah maupun jumla uang yang beredar, cara ini merupakan langkah alternatif untuk mengatasi inflasi. Kebijakan non moneter dapat dilakukan melalui instrument berikut:
a)      Mendorong agar pengusaha menaikkan hasil produksinya.
b)      Menekan tingkat upah. tidak lain merupakan upaya menstabilkan upah/gaji, dalam pengertian bahwa upah tidak sering dinaikan karena kenaikan yang relatif sering dilakukan akan dapat meningkatkan daya beli dan pada akhirnya akan meningkatkan permintaan terhadap barang-barang secara keseluruhan dan pada akhirnya akan menimbulkan inflasi.
c)      Pemerintah melakukan pengawasan harga dan sekaligus menetapkan harga maksimal.
d)     Pemerintah melakukan distribusi secara langsung. Dimaksudkan agar harga tidak terjadi kenaikan, hal ini seperti yang dilakukan pemerintah dalam menetapkan harga tertinggi (harga eceran tertinggi/HET). Pengendalian harga yang baik tidak akan berhasil tanpa ada pengawasan. Pengawasan yang tidak baik biasanya akan menimbulkan pasar gelap. Untuk menghindari pasar gelap maka distribusi barang harus dapat dilakukan dengan lancar, seperti yang dilakukan pemerintah melalui Bulog atau KUD.
e)      Penanggulangan inflasi yang sangat parah (hyper inflation) ditempuh dengan cara melakukan sneering (pemotongan nilai mata uang).Sanering berasal dari bahasa Belanda yang berarti penyehatan, pembersihan, reorganisasi. Kebijakan sanering antara lain:
f)       Penurunan nilai uang
g)      Pembekuan sebagian simpanan pada bank – bank dengan ketentuan bahwa simpanan yang dibekukan akan diganti menjadi simpanan jangka panjang oleh pemerintah. Senering ini pernah dilakukan oleh pemerintah pada tahun 1960-an pada saat inflasi mencapai 650%. Pemerintah memotong nilai mata uang pecahan Rp. 1.000,00 menjadi Rp. 1,00.
h)      Kebijakan yang berkaitan dengan output. Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijakan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang di dalam negeri cenderung menurunkan harga.
i)        Kebijakan penentuan harga dan indexing. Ini dilakukan dengan penentuan ceiling price.
j)        Devaluasi adalah penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi biasanya pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil. Istilah devaluasi lebih sering dikaitkan dengan menurunnya nilai uang satu negara terhadap nilai mata uang asing. Devaluasi juga merujuk kepada kebijakan pemerintah menurunkan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing.

    Disusun Oleh:

          Hidayati Husnul Arifin
          Nadya Yasmine
          M. Ridwan Z
          Zhelika Nurtriani
    Kelas : 4EB25
 
REFERENSI:

Minggu, 10 April 2016

MULTI NASIONAL CORPORATION (NIKE, Inc)



MULTI NASIONAL CORPORATION (NIKE, Inc)
·                     Latar Belakang dan Sejarah Berdirinya Nike, Inc.
Produk sepatu dan pakaian olahraga Nike dengan mudah diidentifikasi oleh khas logo perusahaan, para “swoosh” tik, dan slogan “Just Do it”.
            Berbasis dari nama dewi Yunani yang berarti kemenangan, Nike didirikan tahun 1964 ketika atlet sekaligus pengusaha Oregon bernama Philip Knight, menggagas impor sepatu lari dari jepang untuk bersaing dengan merk Jerman seperti Adidas dan Puma yang kemudian mendominasi pasar Amerika Serikat. Keuntungannya adalah bahwa sepatu Jepang lebih murah karena tenaga kerja lebih murah di Jepang.
            Dia mulai menjual sepatu keliling dengan tujuan di stadion atletik, dimana penjualan secara pelan tapi pasti meningkat secara dramatis. Pada tahun 1970-an, Knight dan perusahaan yang berkembangnya melihat awal revolusi Jogging dan mulai memasarkan produk untuk pelari non-profesional juga. Ia lantas segera membuka pasar yang lebih luas dan mengubah image sepatu lari menjadi sepatu fashion dan menarik semua orang dari anak – anak sampai dewasa memakainya.
            Pada 1979 Nike telah menguasai setengah pasar Amerika Serikat dan denga pendapatan mencapai US $ 149 juta. Pada pertengahan tahun 1980-an posisi perusahaan tampaknya tak tergoyahkan, namun secara mendadak muncul serangan dari pihak saingan yaitu Reebok. Tapi pada tahun 1990 Nike kembali memimpin perusahaan., terutama karena pengenalan dari sepatu “Air Jordan” yang didukung dan dipromosikan oleh bintang basket Michael Jordan.
            Hari ini, Nike mempertahankan posisinya sebagai pemimpin poasar dalam sepatu olahraga dan merupakan pemain penting dalam pakaian dab aksesoris olahraga. Majalah Fortune melaporkan penjualan sebesar US $ 3,7 Miliar pada tahun 1994 dan laba US $ 299 juta (Fortune 1995). Sekitar 60 % dari pnjualan perusahaan di Amerika Serikat, sekitar 30% di Eropa dan 5% di Asia. (1993 Nike: 25)

  • Nike di Indonesia
Nike telah beroperasi di Indonesia sejak 1988 dan hampir sepertiga dari sepatu yang ada sekarang merupakan produk darisana. Dalam sebuah wawancara pers di November 1994. Coordinator perusahaan Nike di Indonesia, Tony Band, mengatakan perusahaan yang digunakan di Indonesia berjumlah 11 kontraktor. Diantarana merupakan bekas-bekas basis perusahaan asosiasi Nike di Korea Selatan dan Taiwan yang juga pada saat yang sama menghasilkan untuk merk lain seperti Reebok, Adidas, Puma.
            Hubungan antara Nike dan kontraktor di Indonesia cukup dekat. Setiap personel Nike di setiap pabrik di Indonesia memeriksa kualitas dan pengerjaan yang memenuhi persyaratan ketat Nike.
            Sebagian besar pabrik yang memproduksi untuk Nike berlokasi di daerah yang baru dikembangkan untuk industry ringan di Tangerang dan Serang, sebelah barat Jakarta. Pada pabrik yang dimiliki Korea (dan beberapa yang dimiliki Indonesia juga) manajemen puncaknya dipegang oleh orang Korea. Manajer tingkat menengah dan supervisor juga dapat berasal dari Koera atau Indonesia. Tapi para pekerja produksi semua berasal dari Indonesia, terutama wanita muda dalam kelompok usia 16-22, biasanya pekerja tersebut berasal dari pulau Jawa.

·        Kelemahan :
Suatu perusahaan pasti memiliki kekurangan baik yang disadari oleh perusahaan maupun tidak, begitupun perusahaan besar seperti Nike sebagaio salah satu brand produk olahraga besar dunia memiliki kelemahan. Berdasarkan hasil analisa sebagai konsumen bahwa perusahaan Nike memiliki beberapa kelemahan, diantaranya :
  1. Harga yang teerlalu mahal untuk masyarakat golongan bawah untuk produk sepatu.
  2. Terlalu focus pada penjualan sepatu.
  3. Kurangnya pengawasan terhadap produk ini, sehingga menyebabkan peniruan yang mengatasnamakan produk Nike.

·        Kelebihan :
  1. Kelengkapan produk yang tersedia, dengan menyediakan produk yang beragam dan berkualitas maka Nike Indonesia dapat memenuhi kebutuhn para konsumen.
  2. Mempermudah konsumen mendapatkan produk Nike , karena otlet tersebar diseluruh Indonesia bahkan dunia.
  3. Merk dan intelektual propertys right, menguasai jaringan penjualan worldwide dan senantiasa “leading” dalam teknologi baru berupa produk yang lebih bagus, lebih baik dan lebih nyaman digunakan.
  4.  

REFERENSI : 

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Nike,_Inc.

www.academia.edu/10752888/Perusahaan_Multinasional_Nike

Minggu, 20 Maret 2016

Contoh soal Kurs

KURS Rupiah hari Senin, 21 Maret 2016
Zhelika Nurtriani
4EB25



1.      Tn. Juan sedang melakukan pengobatan di Australia. Biaya pengobatan rumah sakit sebesar AUD 4000. Berapa rupiah yang harus disiapkan oleh Tn Juan?
Jawab:  AUD 4000 = 4000 x 10.097 = Rp 40.388.000

2.      Rani mendapat kiriman dari ayahnya yang bekerja di Australia sebesar AUD 800 dan mendapat kiriman dari kakaknya yang bekerja di Hongkong sebesar HKD 400. Berapa Rupiah yang ditrima Rani ?
Jawab : AUD 800 = 800 x 9.818 = Rp.7.854.400
            HKD 400 = 400 x 1.679 = Rp.  671.600
            Total yang diterima Rani = Rp. 7.854.400 + Rp.671.600 = Rp. 8.526.100

3.      Nn. April membeli tiket tujuan Hongkong  sebesar 2000 HKD. Berapa Rupiah yang harus di siapkan oleh Nn. April ?
Jawab:  2000 HKD   = 2000 x 1.711 = Rp 3.422.000

4.      Zainudin mengimport kurma dari Arab sebesar 3000 Riyal dan harus membayar ongkos kirimnya sebesar 500 Riyal. Berapa Rupiah  yang harus dibayar Zainudin?
Jawab:  SAR 3000 = 3000 x  3.558 = Rp. 10.674.000
SAR 500 = 500 x 3.558 = Rp. 1.779.000
Total = Rp. 10.674.000 + Rp. 1.779.000 =Rp. 12.453.000

5.      Tn. Takur mendapat keuntungan dari bisnisnya yang berada di Jepang sebesar JPY 20.000. Berapa Rupiah keuntungan yang didapat Tn Takur?
Jawab:  JPY 20.000 = 20.000 x 115 = Rp 2.300.000

6.      Rifan mendapat kerugian atas usahanya yang berada di Canada sebesar 500 Dolar Kanada. Berapa Rupiah kerugian yang diderita Rifan?
Jawab:  CAD 500  = 500 x 10.196 = Rp. 5.098.000

7.      Tuan Jerico mengimpor mobil dari amerika dengan harga  25.000 USD. Maka  uang yang harus dibayarkan Tuan Jerico atas pembelian mobil tersebut adalah….
Jawab :  25.000 USD x kurs jual yaitu
                          25.000 USDx R.13.300 yakni Rp 332.500.000

8.      Alfonso berkunjung ke indonesia dengan membawa uang 100.000  Yen. Ketika ditukar ke Bank maka uang rupiah yang diterima oleh Alfonso adalah….
            Jawab : 100.000 yen x kurs beli
100.000 x Rp 115 yakni Rp 11.500.000

9.       Nina seorang TKI pulang dari Australia dengan membawa uang sebesar 3000 AUD. Berapa Rupiah kah uang yang dibawa Nina ?
Jawab : 3000 AUD = 3000 x 9.818 = Rp. 29.454.000

10.  Tn. Calvin setiap bulannya dikirim uang oleh Nina sebesar 3000 Yuan. Berapa Rupiah yang diterima Tn. Calvin ?

Jawab : 3000 Yuan = 3000 x 1.946 = Rp. 5.838.000